"TANAH BUGIS TANAH KELAHIRAN"
Tenggelam dari banyak nya pulau, negeri dan bangsa
Pergi dengan cinta dan kebaikan
kutinggalkan orang-orang yang kusayang dalamnya,
Tana ogi wanuakku, tanah kepergian dan kepulangan
Keluar melihat dunia dengan kehidupan
Suci lahir batin dari tetesan air mata kebahagiaan
Di hadapanmu ku berpaling dan pergi jauh menuju perantauan.
Tabe puang, kutinggalkan tanahmu dengan penuh janji
Ditanam dalam diri yang paling dalam, tulus sepenuh hati
Sekali menempuh jalan panjang dengan ikatan harapan
Adalah cita-cita dan ikrar janji berdarah tanah bugis
Tanda pencapaian dalam kesuksesan di perantauan
Tabe karaeng, ketika janji adalah janji
Kehidupan adalah jalan pencapaian-nya
Tak akan kembali sebelum kudapat apa yang kucari
Walaupun nyawah bayaran nya, karena dalam diri ini
Ada badik yang mengalir dalam darah, tanda keberanian tanah karaeng.
Oo Indo’, aku lahir dengan tangis
Aku kira akan terbiasa dengan itu
Tapi nyatanya air mataku tetap menetes
Hanya sekecil goresan di hatiku
Oo Ambo’, aku lahir disambut banyak senyuman
Aku kira akan terbiasa dengan kebahagiaan
Tapi meskipun aku tertawa sangat keras
Tetap tawaku hanya sebagai penutup luka
Wahai diriku yang tak tahu akan semua itu
kau lahir dengan telanjang bulat
Merintih tangis di pusaran ibu
Merengek manja dipelukan ayah
Semua hanya pengabdian kecil yang kuberi
Tetap tiada tanding kecintaan kedua nya
Di atas tanah yang jauh ku berdiri
Selalu kurindu tuk kembali dalam pelukan nya
Dalam doamu meminta, didalam solatku bermunajat
Hambamu ini yang tak berderajat
Semoga kembali di tanah kelahiran membawa janji dengan selamat.
MAKNA KATA.
Tana ogi wanuakku : Tanah Bugis Kampungku
Tabe puang : Permisi yang mulia (Panggilan orang yang dituakan dalam adat
Tanah Bone dan Wajo)
Tabe karaeng : Permisi yang mulia (Panggilan orang yang dituakan dalam adat Tanah Makassar)
Oo Indo’ : Wahai Ibu
Oo Ambo’ : Wahai ayah