Senin, 20 Januari 2020

PUISI 'SEPASANG MAHABBAH"



(A)
Untuk dapat mengenalmu kembali
Aku bernostalgia kepada kenangan,
Yang hilang menjadi pupuk-pupuk kehidupan
Menumbuhkan mahabbah dalam jiwa

kuingat lentik mata indahmu
Dengan bolamata kebiruan
Senyum menumbuhkan semangat
Saat itu pula aku merasakan hadir disisimu
Bersemayam dalam kalbu kerinduan.

(B)
Oh kasih, masihka kau rasakan rasa yang sama
Padahal engkaulah yang memutuskan perkara ini
Membuatku lupa akan cinta lagi
Menangis dalam batin melilit kesakitan rasa mati
Lalu kau yakin kuingin kembali disisimu,

Akan kuingat kembali kata-kata manismu
Sembari hatiku tertanam dalam luka
Luka itulah yang harus kau matikan padaku
Semudah mengembalikan bubur menjadi nasi

(A)
Jika kenangan adalah nostalgia
Maka rindu adalah kamu yang tiada
Jika telaga cinta yang membuatmu tenggelam
Maka biarkanlah kenangan yang membiarkanmu terapung
Engkaulah ruh akan selalu hidup di kehidupan ini

Jika ruhmu akan mati karena tak bertempat
Maka berilah aku kesempatan sekali lagi menempatinya
jika cinta adalah penghalangnya
Maka aku akan mencintaimu sedalam kebencianmu

(B)
Cintamu adalah api
Rinduku adalah kehangatannya
Cintamu adalah embun
Rinduku adalah kesejukannya
Cinta adalah kamu
Maka aku merindukanmu jua, kenangang.


  -MH. Asy'ari,  Cairo 20 Januari 2020

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Wanita Tanpa Nama

            Di suatu sore, tempat dimana orang-orang menikmati senja dengan saksama, melihat dan menikmati detik-detik kepergian sesuatu yan...