Selasa, 16 Juni 2020

Puisi CATATAN MAKRIFAT


Dengan cinta aku menemukan kekasih
Pada kekasih aku menemukan cinta
Saat aku menemukan kekasih aku kehilangan dirinya
Hingga yang ada hanyalah diriku
Dan aku lenyap dalam kecintaan itu

Apa yang terbesit di hidupku
Ternyata tak selaras di dalam dirinya

Dan ego membuatmu hilang akupun sadar harus memulai hidup baru

Selagi dipinta rasa itu selalu ada di suatu waktu
Bepergian hanya cara yang terbaik untuk memupuk jiwa yang layu

Meski sesuatu yang baru adalah indah, berat terasa ketika yang lalu masih tersirat di qolbu

Maaf apa lagi yang harus dipinta jikalau mulutku dipaksa membisu
Kata-kata apa lagi yang harus diuntai jika kertasnya dibiarkan berdebu
Tanpa ada balasan darimu.

Dari catatan rasa ini, Adalah kiriman surat yang terakhirku
Simpanlah sempat kau rindu rasa yang lalu.

Perlu engkau ketauhi bahwa
Jasadku syariat
Ruhku tarekat
Cintaku hakikat
Pada dirimu kutemukan makrifat
Dan semua itu ada pada dirimu yang lalu, Kasih.
__
Mh.asyari- CAIRO 07jun2020

Puisi MAHABBAH


Saat ku telusuri dunia nyata
Kaki pernah melangkah kemana-mana
Saat tersesat hanya benci yang ada
Hilang arah melihat Tampa cinta

Akupun pindah tujuan,

Hal baru mengenalkan diri ini pada cinta
Tiada lain mahabbah Namanya
Kususuri jalan itu tiada tara
Tapi akupun jatuh, sakit tak berdarah
Kupikir cinta akan menjadi indah

Oh, ternyata aku salah menafsirkan kata cinta, kata kakekku

Beliau berkata padaku
"Cinta hanya sebatas kata-kata bagimu, Tapi mahabbah itu baru cinta,

Aku bertanya padanya, apa yang berbeda dari pada keduanya,

Sedang kata tetap kata-kata

Dan katanya....
jikalau kamu mengenal cinta, kamu tidak akan mempersoalkan dari kata keduanya, sebab kata hanya sebatas itu, sedang cinta tiada kata penjelasan.

Ooh diri ini baru paham dari padanya
Ternyata Sakit itupun cinta...
Jangan salah kan cinta tapi salah kan kata-katanya.. _



~mh.asyari- mikawi cairo, mesir 30mei2020

puisi, MALAM



   Doa-doa mulai ku haturkan
Melabuhi hujan diatas awan
Nafsu yang kusebut ingin ku tundukan
Terasa selalu melawan,

  Hari begitu hari tak kuat ditahan
Mulailah kutanyakan pada pakar ilmu keduniawian
Jawabannya hanya satu katanya
Maaf, saya tidak dapat menyembuhkan. "Kecewa lah yang kurasakan"

  Oh Tuhan... Tuhan...
Aku mencari jalan keluasan
Dan aku meminta padamu sang pemilik kekuasaan
Tunjukkan aku jalan ketenangan

  Ku pasrahkan pada kehendak yang bertuan
Hanya Allah yang maha pengasih lagi penyayang
Doa tidurku pada kemalaman. "Esok akan kucari pakar ilmu keagamaan"

Istirahat lah dulu, Selamat malam, Malamku.




~mh.asyari - mikawi cairo, mesir 27 mei 2020

Wanita Tanpa Nama

            Di suatu sore, tempat dimana orang-orang menikmati senja dengan saksama, melihat dan menikmati detik-detik kepergian sesuatu yan...