Selasa, 16 Juni 2020

puisi, MALAM



   Doa-doa mulai ku haturkan
Melabuhi hujan diatas awan
Nafsu yang kusebut ingin ku tundukan
Terasa selalu melawan,

  Hari begitu hari tak kuat ditahan
Mulailah kutanyakan pada pakar ilmu keduniawian
Jawabannya hanya satu katanya
Maaf, saya tidak dapat menyembuhkan. "Kecewa lah yang kurasakan"

  Oh Tuhan... Tuhan...
Aku mencari jalan keluasan
Dan aku meminta padamu sang pemilik kekuasaan
Tunjukkan aku jalan ketenangan

  Ku pasrahkan pada kehendak yang bertuan
Hanya Allah yang maha pengasih lagi penyayang
Doa tidurku pada kemalaman. "Esok akan kucari pakar ilmu keagamaan"

Istirahat lah dulu, Selamat malam, Malamku.




~mh.asyari - mikawi cairo, mesir 27 mei 2020

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Wanita Tanpa Nama

            Di suatu sore, tempat dimana orang-orang menikmati senja dengan saksama, melihat dan menikmati detik-detik kepergian sesuatu yan...