Selasa, 11 Agustus 2020

Wanita Tanpa Nama

      


    Di suatu sore, tempat dimana orang-orang menikmati senja dengan saksama, melihat dan menikmati detik-detik kepergian sesuatu yang indah menurut mereka sambil memegang Handphone masing-masing merekam pada inti suatu keindahan mungkin untuk dikenang suatu waktu, yang membuatnya bernostalgia kepada kenangan yang bahagia didalam hidupnya, 

     Namun di sore itu aku memilih untuk diam tanpa mengomentari yang terjadi, apakah aku bisu dengan keadaan..? Tanya padaku sendiri       memilih untuk mundur beberapa langkah dan duduk di suatu pondok Pengistirahatan, menyendiri di suatu pojok dan duduk di atas lantai kayu membuatku lebih nyaman untuk menikmati sore kali ini, kheem tanpa sengaja aku menoleh ke suatu titik yang menutku wajah itu tak asing lagi, ya betul sekali dia yang selalu hadir dalam mimpiku, mimpi yang mebuat hidupku bertanya-tanya dalam akhir pekan ini. Seakan mimpi itu kembali di kehidupan aslinya yang dulunya hanya suatu ilustrasi tapi nyatanya dia berdiri didepan mata kosongku ini, apakah ini mimpi yang nyata atau hanya dejavu, kataku

    Dikala dia senyum melihat indahnya ciptaan Tuhan sontak hatiku terasa meminum manisnya madu, 

    Entah apa yang aku lihat ini melebihi indahnya senja di ujung langit itu, berpapasan antara kedua wajah ini yang membuat ku tunduk dengan memuji dan memuja kalimat Ilahi, Memesona bagaikan bidadari tiara tara, memerona bagaikan pakaian putih tanpa noda, sekana menghilangkan bayangan dunia yang fanah ini, sungguh suci dimataku melihat wanita yang berdiri pada radius 50 meter di depanku wajahnya berpapasan dengan matahari senja itu seakana aku melihat dua kejadian yang langkah, momen keindahan orang saksikan saat ini mungkin hanya sebuah cahaya bumi yang menurutnya indah namu beda pada budak satu ini, fenomena yang terjadi dalam seumur hidupnya tiada banding dan tiada tara yang terjadi pada kedipan mata beberapa detik berlalu, 

  Beriring perginya dan tenggelam nya matahari beriring jua wajahnya menghilang di hadapan ku, dihilangkan oleh cahaya tapi aku yakin dia melebihi cahaya, berharap suatu waktu Kujumpai lagi, aku tetap diam tanpa mencari dia wanita yang akhir-akhir ini sering Kujumpai dalam tidurku aku yakin dia adalah cahaya mana suatu hari akan menerangkan lentara dunia dalam kehidupan ku, harapan :)

Dia wanita tanpa nama kataku, Sampai jumpa pada takdir yang Allah tentukan,Doaku, panjang umur untukmu tetaplah mejadi wanita baik di dunia hina ini, kuucapkan Wassalamualaikum di akhir kepergianmu. 

   

Selasa, 16 Juni 2020

Puisi CATATAN MAKRIFAT


Dengan cinta aku menemukan kekasih
Pada kekasih aku menemukan cinta
Saat aku menemukan kekasih aku kehilangan dirinya
Hingga yang ada hanyalah diriku
Dan aku lenyap dalam kecintaan itu

Apa yang terbesit di hidupku
Ternyata tak selaras di dalam dirinya

Dan ego membuatmu hilang akupun sadar harus memulai hidup baru

Selagi dipinta rasa itu selalu ada di suatu waktu
Bepergian hanya cara yang terbaik untuk memupuk jiwa yang layu

Meski sesuatu yang baru adalah indah, berat terasa ketika yang lalu masih tersirat di qolbu

Maaf apa lagi yang harus dipinta jikalau mulutku dipaksa membisu
Kata-kata apa lagi yang harus diuntai jika kertasnya dibiarkan berdebu
Tanpa ada balasan darimu.

Dari catatan rasa ini, Adalah kiriman surat yang terakhirku
Simpanlah sempat kau rindu rasa yang lalu.

Perlu engkau ketauhi bahwa
Jasadku syariat
Ruhku tarekat
Cintaku hakikat
Pada dirimu kutemukan makrifat
Dan semua itu ada pada dirimu yang lalu, Kasih.
__
Mh.asyari- CAIRO 07jun2020

Puisi MAHABBAH


Saat ku telusuri dunia nyata
Kaki pernah melangkah kemana-mana
Saat tersesat hanya benci yang ada
Hilang arah melihat Tampa cinta

Akupun pindah tujuan,

Hal baru mengenalkan diri ini pada cinta
Tiada lain mahabbah Namanya
Kususuri jalan itu tiada tara
Tapi akupun jatuh, sakit tak berdarah
Kupikir cinta akan menjadi indah

Oh, ternyata aku salah menafsirkan kata cinta, kata kakekku

Beliau berkata padaku
"Cinta hanya sebatas kata-kata bagimu, Tapi mahabbah itu baru cinta,

Aku bertanya padanya, apa yang berbeda dari pada keduanya,

Sedang kata tetap kata-kata

Dan katanya....
jikalau kamu mengenal cinta, kamu tidak akan mempersoalkan dari kata keduanya, sebab kata hanya sebatas itu, sedang cinta tiada kata penjelasan.

Ooh diri ini baru paham dari padanya
Ternyata Sakit itupun cinta...
Jangan salah kan cinta tapi salah kan kata-katanya.. _



~mh.asyari- mikawi cairo, mesir 30mei2020

puisi, MALAM



   Doa-doa mulai ku haturkan
Melabuhi hujan diatas awan
Nafsu yang kusebut ingin ku tundukan
Terasa selalu melawan,

  Hari begitu hari tak kuat ditahan
Mulailah kutanyakan pada pakar ilmu keduniawian
Jawabannya hanya satu katanya
Maaf, saya tidak dapat menyembuhkan. "Kecewa lah yang kurasakan"

  Oh Tuhan... Tuhan...
Aku mencari jalan keluasan
Dan aku meminta padamu sang pemilik kekuasaan
Tunjukkan aku jalan ketenangan

  Ku pasrahkan pada kehendak yang bertuan
Hanya Allah yang maha pengasih lagi penyayang
Doa tidurku pada kemalaman. "Esok akan kucari pakar ilmu keagamaan"

Istirahat lah dulu, Selamat malam, Malamku.




~mh.asyari - mikawi cairo, mesir 27 mei 2020

Selasa, 05 Mei 2020

Puisi "TANAH BUGIS TANAH KELAHIRAN"

             "TANAH BUGIS TANAH KELAHIRAN"

   Tana ogi wanuakku, tanah yang  jauh dalam perantauan
Tenggelam dari banyak nya pulau, negeri dan bangsa
Pergi dengan cinta dan kebaikan
kutinggalkan orang-orang yang kusayang dalamnya,

   Tana ogi wanuakku, tanah kepergian dan kepulangan
Keluar melihat dunia dengan kehidupan
Suci lahir batin dari tetesan air mata kebahagiaan
Di hadapanmu ku berpaling dan pergi jauh menuju perantauan.

   Tabe puang, kutinggalkan tanahmu dengan penuh janji
Ditanam dalam diri yang paling dalam, tulus sepenuh hati
Sekali menempuh jalan panjang dengan ikatan harapan
Adalah cita-cita dan ikrar janji berdarah tanah bugis
Tanda pencapaian dalam kesuksesan di perantauan

   Tabe karaeng, ketika janji adalah janji
Kehidupan adalah jalan pencapaian-nya
Tak akan kembali sebelum kudapat apa yang kucari
Walaupun nyawah bayaran nya, karena dalam diri ini
Ada badik yang mengalir dalam darah, tanda keberanian tanah karaeng.
Oo Indo’, aku lahir dengan tangis
Aku kira  akan terbiasa dengan itu
Tapi nyatanya air mataku tetap menetes
Hanya sekecil goresan di hatiku

   Oo Ambo’, aku lahir disambut  banyak senyuman
Aku kira akan terbiasa dengan kebahagiaan
Tapi meskipun aku tertawa sangat keras
Tetap tawaku hanya sebagai penutup luka

   Wahai diriku yang tak tahu akan semua itu
kau lahir dengan telanjang bulat
Merintih tangis di pusaran ibu
Merengek manja dipelukan ayah

   Semua hanya pengabdian kecil yang kuberi
Tetap tiada tanding kecintaan kedua nya
Di atas tanah yang jauh ku berdiri
Selalu kurindu tuk kembali dalam pelukan nya

   Dalam doamu meminta, didalam solatku bermunajat
Hambamu ini yang tak berderajat
Semoga kembali di tanah kelahiran membawa janji dengan  selamat.



    MAKNA KATA.

Tana ogi wanuakku  : Tanah Bugis Kampungku
Tabe puang               : Permisi yang mulia (Panggilan orang yang dituakan dalam adat 
                                     Tanah Bone dan Wajo)
Tabe karaeng            : Permisi yang mulia (Panggilan orang yang dituakan dalam adat                                                               Tanah Makassar)
Oo Indo’                    : Wahai Ibu
Oo Ambo’                  : Wahai ayah

Senin, 20 Januari 2020

PUISI 'SEPASANG MAHABBAH"



(A)
Untuk dapat mengenalmu kembali
Aku bernostalgia kepada kenangan,
Yang hilang menjadi pupuk-pupuk kehidupan
Menumbuhkan mahabbah dalam jiwa

kuingat lentik mata indahmu
Dengan bolamata kebiruan
Senyum menumbuhkan semangat
Saat itu pula aku merasakan hadir disisimu
Bersemayam dalam kalbu kerinduan.

(B)
Oh kasih, masihka kau rasakan rasa yang sama
Padahal engkaulah yang memutuskan perkara ini
Membuatku lupa akan cinta lagi
Menangis dalam batin melilit kesakitan rasa mati
Lalu kau yakin kuingin kembali disisimu,

Akan kuingat kembali kata-kata manismu
Sembari hatiku tertanam dalam luka
Luka itulah yang harus kau matikan padaku
Semudah mengembalikan bubur menjadi nasi

(A)
Jika kenangan adalah nostalgia
Maka rindu adalah kamu yang tiada
Jika telaga cinta yang membuatmu tenggelam
Maka biarkanlah kenangan yang membiarkanmu terapung
Engkaulah ruh akan selalu hidup di kehidupan ini

Jika ruhmu akan mati karena tak bertempat
Maka berilah aku kesempatan sekali lagi menempatinya
jika cinta adalah penghalangnya
Maka aku akan mencintaimu sedalam kebencianmu

(B)
Cintamu adalah api
Rinduku adalah kehangatannya
Cintamu adalah embun
Rinduku adalah kesejukannya
Cinta adalah kamu
Maka aku merindukanmu jua, kenangang.


  -MH. Asy'ari,  Cairo 20 Januari 2020

Rabu, 02 Oktober 2019

Kembalinya Pesta rakyat Nusantara, setelah beberapa tahun silam terbengkala





            Selasa 01 Oktober 2019, PESTA RAKYAT NUSANTARAtelah Sukses dilaksanakan Setelah sekitar 1 windu atau 8 Tahun lamanya tidak dilaksanakan.

          “Karena masalah Politik yang sangat mencekam sampai pada akhirnya tidak bisa terlaksana kepada Masisir (Mahasiswa mesir) ataupun rakyat Indonesia di Mesir, walaupun sampai saat ini masalah itu masih ada, namun karena sumber daya manusia makin banyak di mesir,  kini KBRI Bekerja sama dengan PPMI juga kekeluargaan Nusantara dan jajarannya serta seluruh elemen Masisir yang di sponsori oleh perusahaan swasta, Dengan bangga mempersembahkan PESTA RAKYAT NUSANTARA 2019” ujar Aldi Faisal Fausi, Selaku ketua panitia pesta rakyat, yang sumber utamanya dari salah satu senior orang dalam KBRI.


           Uniknya PESTA RAKYAT tahun ini, ikut diramaikan oleh master chef Indonesia, Maria Irene Susanto atau lebih dikenal dengan nama panggung Rinrin Marinka adalah seorang koki selebriti Indonesia, di hadiri pula oleh tamu penting yaitu wakil dubes mesir, menteri perdagangan mesir, dan tamu undangan lainnya.Terkonsep dengan apik dan menarik, penuh dengan nilai budaya dan karya, didalamnya ada pagelaran seni Nusantara, Demo masak Ft chief Marinka, dan Pertunjukan-pertujukan tari daerah yang di pertontonkan di panggung utama, sorak gembira memeriahkan malam pesta rakyat Nusantara yang di laksanakan di Nashr City Sporting Club, Hayy Sadis Cairo-mesir. bukan cuman itu, di sebalah kiri kanan dan depan panggung di adakan BAZAR dengan konsep yang ada. Makanan has daerah masih-masing kekeluargaan, Rempah-rempah kekayaan Indonesia dari Sabang sampai Merauke di hidangkan,  dan karya-karya seni daerah di pajangkan.
          “ Langkah kedepannya, Inisiatif pesta rakyat selanjutnya harus datang dari teman-teman (mahasiswa mesir) bukan dari kita KBRI saja, Dengan itu KBRI mensupport mendapatkan perusahaan untuk mensponsori seperti kegiatan ini yang di kaborasi dari tiga pihak, yaitu pemerintah (KBRI) plus Mahasiswa plus Dunia usah dan itu sangat penting untuk diteruskan (Pesta rakyat).Untuk pertama kali inisiatif dari KBRI dapat menghadirkan sponsor dari tiga pihak  perusahaan swasta (tri partit) yang sangat bagus, dan itu perlu di kembangkan dari tahun ketahun sehingga masisir ( mahasiswa Mesir) dapat mendapatkan fasilitas, dapat belajar untuk wira usaha kedepannya, dan semoga pesta rakyat kedepannya harus dua kali lipat lebih baik lagi”Ujar M. Aji Surya, selaku Wakil Kepala Perwakilan KBRI Mesir.


           Tujuan utama dilaksanakannya pesta rakyat ini adalah karena masih serangkai dengan hari kemerdekaan Indonesia, yang mana puncak acara malam ini dikhususkan bagi warga Indonesia yang ada di Mesir.


Wanita Tanpa Nama

            Di suatu sore, tempat dimana orang-orang menikmati senja dengan saksama, melihat dan menikmati detik-detik kepergian sesuatu yan...